Cara Konfigurasi Apache Virtual Hosts di Ubuntu

Terakhir diupdate: 22 November 2024

Pengantar

Apache, adalah software web server gratis dan open source yang memungkinkan user mengupload website di internet.

Virtual host, adalah konfigurasi pada web server yang memungkinkan  untuk menambahkan banyak domain dalam satu server. 

Ubuntu, adalah sebuah sistem operasi dan distribusi Linux berbasis Debian.

Prasyarat

  1. Memiliki domain yang aktif
  2. Install Apache 
  3. Server Ubuntu

Penanganan

Langkah 1, Membuat struktur direktori

Buat struktur direktori yang digunakan untuk menyimpan data situs website. Berikut struktur direktori yang digunakan:

/var/www/ ├── domain1.com │   └── public_html ├── domain2.com │   └── public_html ├── domain3.com │   └── public_html

Dokumen root akan diatur ke dalam direktori individual dibawah /var/www. Buat folder baru bernama public_html pada ketiga direktori yang akan digunakan untuk menyimpan konten masing-masing domain. 

Jalankan perintah berikut untuk membuat direktori root bagi domain example.com:

# sudo mkdir -p /var/www/example.com/public_html

Langkah 2, Memberikan Permissions Folder

Jalankan perintah berikut ini untuk mengubah Permissions:

sudo chown -R www-data: /var/www/example.com

Langkah 3, Membuat Halaman Demo Testing

Selanjutnya, membuat halaman HTML untuk pengujian host baru. Caranya, dengan menjalankan perintah berikut ini:

/var/www/example.com/public_html/index.html

Lalu, bukalah file index.html tersebut dengan perintah:

# nano index.html

Kemudian, salinlah kode HTML di bawah ini ke dalam file index.html:

<!DOCTYPE html> <html lang=”en” dir=”ltr”>   <head>     <meta charset=”utf-8″>     <title>Welcome to example.com</title>   </head>   <body>     <h1>Success! example.com home page!</h1>   </body> </html>

Langkah 4, Membuat Virtual Host

Buka editor mu dan buat file konfigurasi basic Virtual Host berikut:

/etc/apache2/sites-available/example.com.conf <VirtualHost *:80>     ServerName example.com     ServerAlias www.example.com     ServerAdmin [email protected]     DocumentRoot /var/www/example.com/public_html    <Directory /var/www/example.com/public_html>         Options -Indexes +FollowSymLinks         AllowOverride All     </Directory>    ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/example.com-error.log     CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/example.com-access.log combined </VirtualHost>
  • ServerName: Domain harus cocok dengan konfigurasi virtual host. ServerName harus menjadi nama domain mu.
  • ServerAlias: jika menginginkan domain anda menjadi www.example.com, maka gunakan ServerAlias.
  • DocumentRoot: Direktori tempat Apache akan melayani file domain dan juga menyimpan file website mu.
  • Options: directives ini mengontrol fitur server mana yang tersedia di direktori tertentu.
    • Indexes Mencegah daftar direktori.
    • FollowSymLinks: Opsi ini memberitahu server web mu untuk mengikuti symbolic links.
  • AllowOverride: Menentukan directives mana yang dideklarasikan dalam file .htaccess yang dapat menimpa directives konfigurasi.
  •  ErrorLog, CustomLog: Menentukan lokasi untuk file log.

Beri nama file konfigurasi sesuai dengan nama domain sebagai nama file konfigurasi host virtual.

Langkah 5, Mengaktifkan Virtual Host 

Setelah file virtual host baru berhasil dibuat, aktifkan virtual host dengan menggunakan perintah a2ensite berikut ini:

sudo a2ensite example.com

Opsi lainnya adalah membuat symlink secara manual seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

sudo ln -s /etc/apache2/sites-available/example.com.conf /etc/apache2/sites-enabled/

Setelah selesai, uji konfigurasi untuk setiap kesalahan sintaks dengan:

sudo apachectl configtest

Jika tidak ada kesalahan, kamu akan melihat output berikut:

Syntax OK

Restart layanan Apache agar perubahan diterapkan:

sudo systemctl restart apache2

Akhirnya untuk memverifikasi bahwa semuanya berfungsi seperti yang diharapkan, buka http://example.com di browser pilihan Anda, dan Anda akan melihat sesuatu seperti ini:

Penutup

Gimana sob, mudah kan? kamu bisa mengulangi langkah-langkah di atas jika ingin menambah virtual host yang baru. Tidak ada batasan jumlah nama domain yang dapat ditangani oleh Apache, silahkan tambah virtual host sebanyak-banyaknya selama server masih sanggup menangani request. Semoga tutorial ini bisa membantumu. jangan lupa baca tutorial lainnya. Sampai Jumpa.

Related Posts
Tutorial Cara Setting Cpanel atau WHM di VPS Kamu

Tahukah kamu, dengan membeli paket VPS SSD dan Ditambah addon cPanel dan WHM  di Jagoan Hosting, secara otomatis kamu akan mendapatkan Read more

Tutorial Cara Pantau monitoring Kinerja VPS anda

Hai, Sob! Buat kamu yang udah kepo sama cara pantau monitoring kinerja VPS kamu, yuk ikutin tutorialnya dibawah ini. Tapi, Read more

Tutorial Cara Migrasi File Server Website ke VPS tanpa cpanel

Hai, Sob, kamu suka bingung gimana caranya migrasi file server website ke VPS tanpa cPanel? Yuk, kamu harus banget pantengin Read more

Tutorial Login Ke SSH Secara Otomatis

Kamu ingin melakukan login SSH secara otomatis? Gak perlu bingung karena kamu bisa ikutin tutorial di bawah ini untuk melakukan Read more

🚀 VPS CEPAT & STABIL dengan Network 10 Gbps! Uptime 99,9% + Support WA 24/7!
Scroll To Top